Cara Mengalahkan Nafsu dengan Ilmu

 on Rabu, 22 Mei 2019  

 "Ketahuilah bahwa ketika kata ilmu disebutkan berulang kali dalam Al-Quran dan sunah,
maksudnya adalaha ilmu bermanfaat yang dilengkapi rasa takut dan cemas.Hal itu ditegaskan
Oleh Allah dalam firman-Nya : 'Hamba yang takut kepada Allah hanya yang berilmu.' Allah
menegaskan bahwa ilmu selalu diirngi dengan rasa takut. Dia juga berfirman : 'Orang yang diberi ilmu sebelumnya,Orang yang mendalam ilmunya,' dan Dia berfirman : 'Katakan (wahai Muhammad),ya Allah,tambahkan ilmu kepadaku.' Nabi  SAW bersabda : 'Ulama adalah pewaris para Nabi.' Ilmu yang di sebutkan dalam ayat dan hadis tersebut adalah ilmu yang bermanfaat yang mampu mengalahkan nafsu dan menhancurkan syahwat.Maka itu sangat jelas karena firman Allah dan sabda Rasulullah SAW. mengarah kepada itu semua,tidak pada yang lain.

      Nabi Saw berdoa : "Ya Allah,aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat"

Sering kali ilmu menjadi sesuatu yang buruk dan merusak lantaran pemiliknya jauh dari Tuhan,berorientasi pada popularitas,dan selalu disibukan dunia. Ilmu yang di miliki manusia semacam itu hanya akan menjadi ilmu yang merusak dan berbahaya. Ilmu yang bermanfaat akan membuatmu mampu mengalahkan nafsu dan menjauhkan dirimu dari segala keinginanya. Ilmu yang bermanfaat adalah keadaan ruhani (ahwal) yang di miliki oleh seorang yang memahami kalam Allah dan sabda Rasulullah SAW.
     
      Nabi SAW, juga mengingatkan agar jangan sampai orang yang berilmu menjadikan segala sesuatu selain Allah sebagai tujuanya. Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda : "Barang siapa menuntut ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mencari Ridho Allah, tetapi ia mempelajarinya untuk mendapatkan Dunia, kelak pada hari kiamat ia tidak akan mencium bau surga"
     
      Nabi SAW bersabda : "Barang siapa menuntut ilmu agar ia dapat mambanggakan diri di antara para ulama,untuk mendebat orang bodoh,dan untuk menarik perhatian manusia maka tempatnya adalah Neraka"

     Ilmu yang disertai rasa takut adalah ilmu tentang jalan menuju Surga, pengetahuan tentang detai-detail penyakit jiwa, dan berbagai faktor yang merusak amal, pengetahuan tentang kehinaan Dunia, keinginan kuat menuju nikmat Akhirat, dan rasa cemas yang selalu besarang di hati. Inilah yang disebut "fiqh" (pemahaman) di masa-masa awal. Dalilnya adalah firman Allah "Untuk memperdalam fikih (pengetahuan) tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya,supaya mereka dapat menjaga diri" Ilmu (fiqh) semacam itu akan mendatangkan peringatan rasa takut kepada pemiliknya. Jadi,fikih dalam peringatan ini bukanlah cabag-cabang permasalahan hukum,seperti tentang talak, li'an,transaksi sewa menyewa,dan sebagainya. Fikih semacam itu tidak memunculkan peringatan dan rasa takut kepada pemiliknya. Jika hanya itu yang menjadi kajian maka fikih semacam itu hanya akan mengesatkan hati dan mencabut rasa takut dari pemiliknya.
     



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

J-Theme